Author:
@aprelaputri
Cast :
Xi LuHan as Luhan
Oh SeHoon as Sehun
And all Exo K and Exo M
Genre:
Friendship, romance, yaoi…
Ratting:
PG-13
Summary :
Apakah wajah Baby face LuHan menipu semua orang…?
hehehe iseng bikn ff ini sih sebenarnya... udah lama banget fakum dari dunia fujoshi, sebenrnya udah gak mau lagi jadi fujosshi tapi apa daya HunHan terlalu menggoda imanku hahahaha :D oh iya ini terinspirasi dikit dari Drama Baby Face Beauty tp alur cerita beda banget cuma bagian ide pokok aja... hemmm dan pastinya yaoi tp gak frak banget kok... udah lihat aja :D
2009
Hari ini semua member exo di pertemukan untuk pertama kalinya, mereka dari berbagai baerah dan Negara. Ada yang dari korea, cina, bahkan hingga kanada. Hari ini mereka akan dipersatukan meski dari berbeda Negara dan bahasa. Memang member dari korea mendominasi dan mereka sudah saling kenal dan akrab satu sama lain bahksan satu sekolah seperti Kai dan Sehun. Dan member korea yang lain seperti DO, chanyeol, chen, xiumin, dan baekhyun mereka sudah berteman akrab. Dan member dari cina seperti luhan, lay, san tao juga sudah dekat. Kris yang lahir di kanada pun sekarang sudah akrab dengan member dari cina. Seperti ada dua kubu cina dan korea yang ingin di persatukan oleh management agar mereka bisa bersatu dan bekerjasama dengan baik dalam grup. Mereka semua di perkenalkan di studio di gedung SMent. Semua member memperkenalkan dirimereka masing dengan formal, kecuali luhan kerena ia baru tiba di korea esok hari. Selesai berkenalan mereka jalan – jalan dan makan di sebuah restoran.
“katanya ada satu member dari cina yang tidak bisa hadir? Siapa dia?” tanya baekhyun penasaran.
“oh… iya ada satu lagi. Namanya Lu Han,” jawab Lay sambil tersenyum.
“seperti apa dia? Apa dia lebih muda dariku?” tanya kyungsoo.
“aku kurang tahu, yang ku tahu dia sangat imut dan badannya kecil… tatapan matanya seperti anak kecil dan selalu membawa rubik ke mana – mana…” jawab Tao dengan semangat, member yang lain hanya mengangguk dengan wajah penasaran.
“tao… kau pernah melihatnya?” tanya Xiumin.
“iya kita sering latihan bersama… tapi aku belum terlalu akrab sih… dia ramah dan selalu tersenyum,”
“ah… kira – kira dia seperti apa ya?” kata Kai sambil menaruh kedua tangannya di dagu.
“oh… iya luhan juga punya kulit yang halus dan wajah yang cantik, dia juga seorang ulzzang…” tambah Lay.
“hah… dia namja apa yeoja sih?” kata beekhyun bingung.
“apa kemampuannya yang menonjol? Menyanyi? Dancing?” tanya Suho.
“apa ya?? Aku sendiri juga masih belum yakin… dia sangat jago dalam dance dan menyanyi,” kata Tao sedikit bingung.
“sepertinya dia masih muda bahkan lebih muda dari sehun…” tebak chanyeol dengan wajah penuh percaya diri.
“iya… itu mungkin saja!” tambah Chen.
“dia besok sampai di korea kan?” tanya Sehun.
“sepertinya iya… dia terlambat datang karena kehabisan tiket hari ini,” jelas tao.
“hah… dari tadi kita ngomongin Luhan terus, bikin penasaran aja… besok dia kan ada di sini kenpa kalian bertanya pada lay dan tao terus?” kata Xiumin mencoba mencari topic baru.
“hahaha benar juga ya…” kata baekhyun.
“hey… Mr. Kris?! Whutz up ma bro~ kenpa kau dari tadi diam saja? Ah… kau tinggi sekali, boleh bagi
sedikit tinggi badanmu, pasti di amerika kebanyakan makan MC donal sama cola – cola ya? hahaha… aku bercanda…” kata baekhyun sambil mencoba akrab dengan Kris yang dari tadi hanya diam. Kris lalu tersenyum malu. Member yang lainnya tertawa.
“yya‼ baekki hyung… kamu nakal sekali, diamlah kampai matipun kau tidak akan brtambah tinggi. Kris
ssi… kupikir di sini aku paling tinggi ternyata kau yang lebih tinggi, sial sekali…” kata chanyeol dengan ekspresi kesal. “iya aku memang tinggi sekali, aku tidak tahu itu,, chingudeul mianne… bahasa korea ku sangat buruk~ mianne…” kata Kris sambil sedikit membungkuk.
“iya kami mengerti… lama kelamaan kau akan lancar,” kata minseok sambil menepuk bahu Kris.
“iya… iyaaa… aku tahu kau itu model, tampan, fotogenic… dan menyebalkan!” kata baekhyun sebal kepada chanyeol. Chanyeol hanya mendengus kesal.
“hey… chanyeol dan baekhyun‼ kalian bisa diam tidak? Dari dulu bertengkar terus seperti tom and jerry!” kata Suho sambil tertawa. Mereka hanya bercanda dan menghabiskan malam dengan menceritakan kehidupan mereka masing – masing. Walau pertemuan pertama mereka sudah menjadi dekat dan akrab.
…
Sehun memasuki kamarnya dan perasaanya masih bertanya – tanya dan penasaran dengan siapa sosok Luhan yang sebenarnya. Sehun mengambil laptopnya dan mencari Luhan di internet karena Luhan adalah seorang ulzzang. Tao member tahu akun weibo resmi milik luhan, sehun melihat banyak foto seorang namja yang cute dan tampan. Sehun berpikir namja ini berusia lebih muda darinya. Semalaman Sehun hanya senyum – senyum melihat luhan yang terlalu baby face itu. Dia semakin ingin bertemu dengan luhan.
…
Sehun sekarang duduk kelas 11 SMA. Sepulang sekolah sehun harus ikut latihan dengan member EXO yang lain. Sehun berjalan memasuki gedung SMent, dia melihat seorang namja memakai topi duduk di loby sambil membawa sebuah rubic cube. Sehun jadi teringat dengan Luhan, sehun mulai mendekati namja itu.
“chogi… ehmm… apa ini Luhan?” tanya Shun malu – malu. Namja itu hanya menatap bingung Sehun.
“ah… ne Luhan imnida…” Luhan berdiri dan member salam.
“ternyata benar… sehun imnida,” sehun mengulurkan tangannya, luhan tersenyum dan bersalaman dengan Sehun.
“apa yang kau tunggu di sini? ayo… kita kan bertemu dengan member yang lain,” sehun mengajak luhan ke dalam sebuah ruangan yang biasanya mereka beristirahat setelah latihan. Semuanya sudah menunggu di sana, mereka terlihat kaget saat melihat Sehun membawa seseorang.
“hyung-nim! Ini aku sama siapa? Coba tebak…?!” seru sehun semangat, sementara Luhan hanya menundukan kepala luhan tersenyum terlihat malu dan gugup.
“siapa dia?” tanya Kai penasaran, lalu chanyeol iseng membuka topi Luhan.
“kau luhan~‼” seru Tao dan Lay.
“aku keripik kentang kau masih ingat…” kata Lay.
“tentu saja… kau keripik kentang dan kau tao dan kris,” kata luhan sambil menunjuk lay, tao, dan kris dengan jari – jarinya yang kecil.
“kau masih ingat…” lay mengacak rambut Luhan, dia hanya tersenyum malu.
“annyeonghaseyo Luhan imnida…” Luhan membungkukkan badannya member salam.
“anak ini imut sekali…!” kata baekhyun gemas sambil menarik pipi Luhan.
“sudah jangan seformal itu dengan kami… aku tahu kau lebih muda dari kami…” kata chen sambil menepuk bahu Luhan.
“lebih muda?”
“iya… kau masih 15 tahun kan?”
“lima… belas…?!” luhan terlihat sedikit bingung.
“sudah lah tidak apa – apa, jangan sungkan pada kami… adik kecil…” tambah chanyeol sedikit membungkukan badan saat melihat wajah Luhan dari dekat. Semua member memperkenalkan diri mereka masing – masing. Luhan diam saja meski dia di anggap paling muda, meski Luhan tau kalau dirinya paling tua di antara member yang lain. Baby face nya sukses menipu banyak orang.
#flasback
Luhan bertemu seorang meneger bernama meneger Kim di sebuah restoran. Dia menyuruh luhan untuk
memalsukan usianya menjadi 15 tahun padahal sekarang luhan sudah 23 tahun.
“kenapa aku harus memlsukan umurku?” tanya Luhan.
“begini, di korea ini beda dengan china dimana senioritas sangat diperhatikan dan sangat penting, jika member yang lain tau kau paling tua, kau akan susah untuk bergaul dan dekat dengan mereka… mungkin kau akan tidak betah dan memutuskan pergi dari grup,” jeas menejer kim.
“tapi itu kan berarti aku berbohong,”
“tidak akan lama paling hanya saat kalian mau debut saja, ingat kau harus mendapatkan hati mereka dengan usiamu yyang lebih muda… Luhan-ssi kau mengerti?”
“iya… aku mengerti
#flasbackend
…
Luhan berjalan sendirian menuju ke gedung SMent untuk bertemu teman – teman barunya. Saat perjalanan Luhan berpapasan dengan Lay.
“hey keripik kentang!” seru Luhan saat memanggil Lay. Luhan sudah memanggil Lay keripik kentang sejak di china.
“apa? kenapa kau tidak sopan terhadap orang yang lebih tua?! Ini bukan di china…” lay mendengus kesal sambil menarik pelan pipi Luhan.
“ah sakit! kau pikir aku ini anak kecil? Mana yang lain?!”
“yang lain sedang latihan untuk dance sekarang, sebagian akan latihan besok dan sebagian hari ini…”
“apa kau ikut latihan besok? Terus apa yang kau lakukan di sini?”
“iya aku latihan besok, kesini hanya menemani tao… kau sendiri latihan besok apa sekarang?”
“ku lihat dulu di jadwal… asataga ‼! Aku latihan hari ini! Aku terlambat, bye bye keripik kentang!” Luhan kaget saat melihat jadwalnya yang tertulis rapi di sebuah note, luhan langsung berlari menuju strudio dance.
“mianhamnida… songsaengnim~ aku terlambat…” kata luhan sambil membungkukan badan.
“kenapa terlambat? Anak baru kenapa terlambat?”
“aku.. akuuuuu… aku tadiii…” Luhan menggaruk – garuk kepalanya ia bingung mencari alasan yang tepat dia tidak mau kalau lupa menjadi alasannya terlambat. Tiba – tiba sehun memotong dan berkata, “Luhan dongsaeng pasti sedang sibuk dengan sekolah barunya… iya kan maknae?”
“ah… benar, tadi aku mencari sekolah yang bagus, dekat dari apartment dan tempat latihan… maafkan aku…” kata Luhan gugup, hari ini sehun menyelamatkan hidupnya. Pelatihpun memaafkan Luhan, mereka latihan selama 1 jam dan pulang ke rumah masing – masing. EXO sendiri masih belum resmi jadi mereka belum punya dorm khusus sendiri, mereka tinggal di rumah masing – masing. Dan member dari luar negri tinggal di sebuah apatement.
“selesai latihan kita main basket di belakang yuk,” ajak chanyeol.
“ide bagus!” timpal Kai.
“tapi tenagaku habis… kita pulang saja ya…” rengek baekhyun sambil tiduran di lantai.
“kalau tidak mau ya sana pulang saja‼ dasar manja!” bentak chanyeol sambil memukul keras bokong baekhyun.
“yya! Sakit bodoh‼! Aku tidak manja ayo sekarang main basket… aku akan mengalahkanmu 10 – 0 hahaha :D”
“sudah… sudah… jangan berkelahi!” Tao melerai Baekyeol.
“Tao kau kan jago wushu… sekali – kali tendang bokongnya biar tidak sombong lagi!” kata Baekhyun kepada Tao, Tao hanya tersenyum dan menahan tawa.
“hai… Mr. Kris! Pernah main basket kan? Bola yang memantul itu lho…” chanyeol mulai menggoda Kris yang pendiam itu.
“ok… aku bisa, no problem…” jawab Kris singkat.
“hyung… kalian semua setuju kan akan main basket? Ayo sekarang saja!” seru sehun semangat.
“maknae Luhan kamu bisa main basket kan?” tanya baekhyun, Luhan hanya mengguk dan tersenyum.
Tao, baekhyun, sehun, chanyeol, dan Luhan bermain basket di belakang gedung SMent. Karena Luhan paling pendek dan dia jarang mendapat bola, bukan karena ia tidak bisa main basket tapi mereka berlima terlalu asik dan melupakan Luhan. Hingga bola di tangan Sehun, luhan yang sudah putus asa mendapat operan dari Sehun. Luhan terlihat sangat senang. Dia berlari dan memasukkan bola itu ke Ring. Kemudian bola ditangkap oleh baekhyun, baekhyun yang berlari malah terpeleset dan bola itu terbang tepat di atas kepala Luhan, hingga membuat namja berbadan kecil itu jatuh.
BRAKK…“aiiggoo… baekhyun~! Baboyaaa‼ kenapa bisa kena Luhan…” omel chanyeol kesal.
Baekhyun segera bangkit dan yang lain segera menghampiri Luhan.
“Luhan-ssi… gwaenchanayo?” kata Sehun kawatir, Luhan langsung berdiri dan membersihkan bajunya yang kotor saat jatuh.
“aku tidak apa – apa kok… aduh…” Luhan memegangi dahinya yang sedikit berdarah. Namun ia langsung menutupinya dengan poni agar yang lain tidak tau kalau ia terluka.
“Luhan mianne… aku tidak sengaja tadi,” kata baekhyun menyesal, luhan hanya tersenyum dan mengangguk dan menyentuh bahu baekhyun “tidak apa – apa kok…”. Sehun terus melihat luka di dahi Luhan dengan perasaan kawatir.
“ayo.. kita main lagi! Ayo tao oper bolanya padaku…” seru Luhan penuh semangat, Tao mengoper bola yang ia bawa kepada luhan. Mereka melanjutkan permainan hingga pukul 5 sore. Rasa lelah dan haus di rasakan oleh ke 6 namja ini. Luhan pergi sebenatar membeli minuman dingin.
“ini semua minumlah…” Luhan membagi – bagikan minuman dingin itu pada semua member yang lain.
“akhhh… maknae kita ini selain sangat imut, dia juga baik sekali… gomawo~” kata Chanyeol sambil membuka tutup kaleng.
“ini tidak seberapa… gerah sekali, aku ingin mandi!”
“bagaimana jika kita mandi sekarang?” usul Tao.
“kajja… kajja…” mereka br 6 berlari menuju kamar mandi yang sangat besar dan luas di dalam gedung, shower tertata rapi di dalam skat kayu. Luhan sedang membersihkan luka di dahinya sambil meringis kesakitan di depan washtafel. Sehun melihatnya dan mendekati Luhan.
“dongsaeng-aa jangan membersihkan luka dengan air biasa nanti infeksi dan jadi luka serius,”
“aku tau… akh… perih sekali,”
“jangan sentuh lagi, aku bawa kotak P3K… sini aku saja yang bersihkan…!” Sehun menarik tanganya agar tidak menyentuh lukanya lagi. Sehun member sedikit alcohol pada kapas dan untuk membersihkan luka Luhan.
“akkhh… ah… perih… pelan – pelan sedikit‼”
“tahan… nah sekarang tinggal di tempel plester, selesai…” Sehun menempelkan sebuah plester ke dahi luhan yang terluka. Luhan menyentuh plester yang ada di dahinya, “gomawo… sehun kau anak yang manis,” luhan menyatukan kedua jari tengah dan jempolnya kemudian menyentil pelan jidat Sehun dengan gemas. Mereka kemudian tertawa bersama.
“apa sekarang kita bisa berteman dekat?” tanya sehun.
“tentu saja...! kita akan berteman untuk selamanya…… sudah mandi dulu sana!” jawab Luhan sambil menipratkan air kran ke wajah sehun.
……
Luhan sudah selesai mandi, ia mengambil barang – barangnya di loker. Saat memasukan baju kotor kedalam tas Luhan tidak sengaja menjatuhkan dompetnya. Luhan berjalan keluar dari gedung SMent menuju ke halte bus di dekat sana.
Kris mengambil barang – barangnya di dalam loker menemukan sebuah dompet di depan lokernya. Kris mengambil dompet itu dan membukanya. Kris membuka dompet itu untuk mengetahui siapa pemilik dan ingin mengembalikannya. Kris melihat ada sebuah KTP terselip di lipatan dompet dan membacanya.
…
Luhan marasa haus, ia pergi ke sebuah toko untuk membeli soda. Luhan kaget saat dompetnya tidak ada di saku dan tasnya. Luhan semakin panik saat sadar kalau ada KTP nya di dalam dompet itu, dia langsung berlari menuju gedung SMent untuk mencari dompet itu.
Luhan pencari ke kamar mandi, ruang latihan, studio, sampai lapangan basket. Luhan terlihat sangat kebingungan dan panik. Dia teringat pada loker yang tadi digunakan untuk menyimpan barang – barangnya. Luhan berlari menuju loker yang gelap sendirian.
“aishh… dimana ya? Di dalam loker tidak ada, aku bisa gila…” Luhan menggaruk – garuk rambutnya dengan kesal. Tiba – tiba lampu menyala…
Klik…
Semua ruangan menjadi terang. Luhan melihat ada seorang namja bertubuh tinggi berdiri di depan pintu dengan tangan memencet saklar, wajah nya terlihat serius dan kesal. Pria tinggi itu adalah Kris yang datang menghampiri Luhan.
“Kris hyung, apa yang kau lakukan di sini?” tanya Luhan gugup.
“apa kau mencari ini?” Kris menunjukkan sebuah dompet berwarna hitam milik Luhan. Luhan membuatkan matanya, dia sangat shock dan panic.
“Xi Lu Han..... siapa kau sebenarnya?"


Tidak ada komentar:
Posting Komentar